Band punk " Rancid " pun angkat bicara, ikut prihatin ditanggapnya grombolan anak punk di aceh.
Lebih dari 50 anak punk digunduli
polisi syariah di Nangroe Aceh
Darussalam usai menonton konser.
Ternyata, berita tersebut sampai ke
band punk rock asal Amerika
Serikat, Rancid. Bagaimana
tanggapan mereka?
Band yang terbentuk sejak 1991
silam itu prihatin atas kejadian tersebut. Lewat akun Twitter-
nya, Rancid menyampaikan simpati.
" We hate what's going on with our punk brothers and sisters
in Indonesia. Rancid's got your back! " tulis band pelantun
'Ruby Soho' itu.
Sebanyak 59 pemuda laki-laki dan 5 pemudi ditangkap polisi
syariah. Para pemuda digunduli dan para pemudi dipotong
pendek rambutnya. Mereka kemudian disuruh untuk mandi di
danau, lantas berganti pakaian dan salat.
Kejadian tersebut juga mendapat sorotan dari media-media
luar negeri seperti New York Daily, The Telegraph,
Washington Post, Daily Mail, Sydney Morning Herald, CBS
News dan sebagainya.
Mereka rata-rata menulis bahwa penangkapan dan
penggundulan anak punk tersebut yang dinilai melanggar
HAM.

Komentar
Posting Komentar