Ternyata peristiwa atau pengalaman traumatis bisa Memperkuat diri.
Ilmuwan psikologi
menemukan bahwa pengalaman seperti
penyerangan, badai, dan duka cita dapat
menimbulkan kerusakan psikologis.
Namun, fakta lain membuktikan sejumlah
kecil pengalaman traumatis bisa
membantu orang mengembangkan
ketahanan diri.
"Semua orang pernah mendengar
pepatah mengatakan, apapun yang tidak
membunuh Anda, membuat Anda lebih
kuat," kata Mark D. Seery dari University
of Buffalo, dalam makalahnya tentang
kesulitan dan ketahanan, di jurnal Current
Direction in Psychological Science.
Kenyataannya, banyak penelitian psikologi
menunjukkan bahwa pengalaman hidup
sengsara memiliki efek buruk. peristiwa
serius seperti kematian seorang anak atau
orang tua, bencana alam, serangan fisik,
pelecehan seksual, atau pemisahan secara
paksa dapat memunculkan masalah
psikologis. Beberapa penelitian juga
mengindikasikan bahwa cara terbaik
menjalani hidup adalah dengan tidak
mengalami apapun. Tapi menurut Seery,
hal tersebut tidak realistis dan belum
tentu sehat.
Dalam sebuah penelitian, Seery dan
rekannya menemukan bahwa orang yang
mengalami kejadian traumatis, menjalani
hisup dengan lebih tertekan ketimbang
orang-orang lain pada umumnya. Namun
mereka juga menemukan, orang yang
sama sekali tidak memiliki pengalaman
hidup negatif juga mengalami masalah
psikologis yang serupa. Sedangkan hasil
terbaik diperoleh dari orang yang
mengalami sedikit atau beberapa
peristiwa buruk.
Salah satu kemungkinan dalam pola ini
adalah, orang yang telah melalui
pengalaman sulit memiliki kesempatan
untuk mengembangkan kemampuan
mereka mengatasi masalah serupa.
"Idenya adalah pengalaman hidup negatif
dapat menguatkan orang, membuat
mereka lebih mampu mengelola kesulitan
berikutnya," kata Seery. Demikian
diwartakan Physorg , Jumat (16/ 12/2011).
"Kejadian negatif memiliki efek negatif.
Saya benar-benar melihat ini sebagai
seberkas cahaya. Terjadinya hal buruk
pada seseorang tidak berarti mereka
ditakdirkan menjadi rusak karena
peristiwa itu,"

Komentar
Posting Komentar