Pangeran Saudi Beli Saham Twitter $300 Juta
“Investasi kami pada Twitter adalah
penegasan ulang akan kemampuan kami
dalam mengenali peluang yang sesuai
untuk ivestasi pada bisnis dengan
pertumbuhan tinggi yang menjanjikan
serta berdampak secara global,” kata
Pangeran Walid dalam sebuah
pernyataannya di website resmi Kingdom
Holding Company. Pernyataan tersebut
juga mengungkapkan bahwa investasi
sebesar $300 juta itu akhirnya bisa
diselesaikan setelah negosiasi selama
beberapa bulan dan merepresentasikan
sebuah ‘pertaruhan strategis’ dalam situs
social networking tersebut.
Pangeran Walid yang merupakan seorang
raja media dan salah satu orang terkaya di
dunia ini pada bulan September
mengumumkan rencananya untuk
meluncurkan Al-Arab, sebuah channel
berita untuk seluruh jazirah Arab yang
mendukung faham kebebasan berbicara
pada tahun 2012.
Situs-situs social network seperti Twitter
dan Facebook telah memainkan peran
penting dalam menyebarkan informasi dan
mengorganisir protes dalam revolusi yang
mengguncang Arab sejak bulan Januari
tahun ini. Di Syria, pers dilarang untuk
melaporkan pemberontakan terhadap
rezim yang berkuasa serta berbagai
tindakan kekerasan yang dilakukan
pemerintah terhadap para demonstran.
Para aktifis lalu menggunakan Twitter,
Facebook dan webiste lain untuk
mendapatkan berita tentang perjuangan
mereka dari pihak pers luar.
“Kami yakin bahwa social media akan
mampu mengubah industri media secara
fundamental dalam beberapa tahun ke
depan,” kata Ahmed Halawani, direktur
eksekutif bidang ekuitas swasta dan
investasi internasional untuk Kingdom
Holding Company.
Kingdom Holding memiliki 29,9 persen
saham di Saudi Research and Marketing
Group yang menerbitkan koran-koran serta
majalah terkemuka di Arab seperti Asharq
Al-Awsat dan Al Eqtisadieh.
Tweet-tweet dalam bahasa Arab telah
melonjak hingga berjumlah 2 juta tweet per
hari pada bulan Oktober 2011 dan
menjadikan bahasa Arab sebagai urutan ke
8 dari bahasa-bahasa yang digunakan
dalam Twitter.
Komentar
Posting Komentar