kopi arabika kate
TEMANGGUNG- PT Perhutani
Temanggung melakukan kerja sama
pengelolaan hutan dengan Lembaga
Masyarakat Desa Hutan (LMDH) se-
Kabupaten Temanggung, baru-baru ini.
Menurut Asisten Perhutani (Asper) M
Rasum, kerja sama itu berupa
penanaman Kopi Arabika Kate seluas
1.867, 25 ha yang tersebar di sembilan
kecamatan, di antaranya Wonoboyo,
Candiroto, Ngadirejo, Bansari, Kledung,
Parakan, Bulu, Tlogomulti, dan
Selopampang. Tahap awal telah
diserahkan 644.643 batang bibit. Lama
perjanjian 20 tahun dengan pembagian
hasil 70% untuk petani dan 30% untuk
PT Perhutani. (nt-74)
DPR RI BERI
APRESIASI UNTUK
PENGEMBANGAN
KOPI ARABIKA KATE
DPR RI BERI APRESIASI UNTUK
PENGEMBANGAN KOPI
ARABIKA KATE
Inspirasi, Temanggung
Anggota DRP RI Sumaryati
Aryoso belum lama ini
mengadakan kunjungan kerja ke
Kabupaten Temanggung untuk
melihat langsung pengembangan
tanaman Kopi Arabika Kate di
desa Tlahab Kecamatan Kledung.
Sebelum peninjauan, diadakan
pertemuan dialog dengan
sejumlah pimpinan SKPD ( Satuan
Kerja Perangkat Daerah) tentang
Pengelolaan Dana Bagi Hasil
Cukai Tembakau di ruang Gajah
kompleks Setda Kabupaten
Temaggung. Dalam kesempatan
itu Erda wahyudi, SH anggota
DPRD Temanggung hadir untuk
mendampingi anggota DPR RI
sampai ke lokasi kebun Kopi.
“Saya memberikan apresiasi yang
tinggi kepada petani di desa
Tlahap yang telah melakukan
difersivikasi tanaman kopi
arabika kate dilahan yang selama
ini ditanamai tembakau. Hal ini
sungguh menarik karena petani
bisa mendapatkan penghasilan
ganda selain tembakau sehingga
kesejahteraannya meningkat“,
kata Sumaryati dalam
serangkaian dialog. Menurutnya
selama ini, pada saat panen
harga komoditas tembakau
cenderung tidak stabil. Hal itu
disebabakan karena kualitas
tembakau sangat tergantung
dengan cuaca. Jika cuacanya
mendukung maka kualitas
tembakau menjadi baik dan harga
jualnyapun tinggi.
Namun jika sebaliknya maka
kualitas tembakau menjadi jelek,
otomatis harganya rendah bahkan
tidak laku, sehingga petani rugi.
Oleh karena itu lanjutnya, dengan
difersivikasi tanaman seperti kopi
Arabika Kate, petani tidak selalu
tergantung pada tanaman
tembakau. Apabila tembakau
gagal masih ada kopi yang
harganya relatif stabil, sehingga
petani masih mendapatkan
penghasilan. Dari pantauan harga
di pasar, Kopi Arabika Kate dibeli
pedagang Rp. 14.000,- per
kilogram untuk biji sedang dan
Rp. 16.000, - per kilogram untuk
kualitas super ( biji besar).
Wakil Bupati Temanggung Ir.
Budiarto, MT yang ikut meninjau
lokasi, mengatakan,
PemkabTemanggung telah
berupaya keras mendorong agar
petani juga menanam komoditas
lain seperti kopi arabika kate,
suren dan rumput gajah untuk
akan ternak di sela-sela
tembakau. Diutarakan dengan
difersifikasi tanaman, petani
memiliki kesempatan menambah
kesejahteraan karena tidak hanya
tergantung satu komoditas saja.
Dengan demikian bila tembakau
sebagai tanaman pokok gagal,
bisa ditutup dari komoditas lain.
“Pohon kopi Arabika Kate, Suren
maupun Rumput Gajah tidak
mengganggu tanaman tembakau
karena ditanam di tepian lahan
sekaligus sebagai penguat
terasering agar tidak mudah
longsor. Pola difersifikasi
pertanian juga dikembangkan di
desa desa-desa lereng Sumbing
dan Sindoro.
Mengenai Dana Bagi Hasil Cukai
Tembakau dari pemerintah Pusat
kepada daerah, telah
dimanfaatkan untuk menunjang
kegiatan peningkatan kualitas
tembakau, pembangunan sarana
prasaran penunjnag seperti
embung dan lain-lain. Panen raya
kopi di lereng gunung ini
berlangsung mulai Mei hingga Juli
2010. Sedangkan sebagian petani
yang menanam jenis Kopi
Robusta, panen berlangsung
lebih lama, yakni hingga Agustus
mendatang. ”Panennya ada tiga
tahap, tahap awal yang memetik
buah yang sudah masak dahulu,
kemudian berlangsung panen
raya dan diakhiri dengan panen
memetik sisa hasil panen raya
yang belum masak,” kata ketua
Kelompok Tani Desa Tlahab,
Mulyono.—(BHP)—
Komentar
Posting Komentar