Kalau RIM ditagih data center kenapa Google android tidak?

Selain Research in Motion

(RIM) dengan BlackBerry-nya, Indonesia

sedang juga menggandrungi ponsel

cerdas berbasis Android milik Google.

Lalu mengapa RIM dikejar untuk data

center, sedangkan Google tidak?

Menurut anggota BRTI Nonot Harsono,

RIM memiliki layanan BlackBerry Internet

Service (BIS) dengan tarif tertentu,

berbeda dengan Google mempunyai

layanan serupa, namun tidak memungut

biaya alias gratis.

"Kalau misalnya Google memberlakukan

tarif untuk layanannya, seperti BIS, hal itu

berarti Google juga harus membangun

Google Indonesia. Karena harus ada

perusahaannya yang berbadan hukum

Indonesia untuk bertanggung jawab. Tapi,

Google kan gratis." kata Nonot, ketika

dihubungi okezone, Rabu (14/12 /2011).

Ditambahkan olehnya, RIM sebagai

penjual handset juga menyediakan

layanan internet dengan tarif tertentu.

Menurut Nonot, karena RIM begerak di

dua macam bisnis, yaitu handset dan

layanan dengan tarif, ada regulasi yang

berlaku untuk masing-masing bisnis yang

mereka lakukan.

"Jadi kita harus melihat perbedaan antara

keduanya. Nah, sebagai handset,

kewajibannya sama dengan yang lain,

sama seperti Nokia sebagai handset harus

membuka service center-nya di Indonesia.

Sedangkan soal layanan BIS-nya, RIM kan

tidak punya yang mengurusi hal tersebut

kalau misalnya ada komplain," terang

Nonot.

Sedangkan masalah data center, menurut

Nonot, itu kembali kepada Undang-

Undang nomor 11/2008 tentang Informasi

dan Transaksi Elektronik (ITE). Namun,

urusan mengenai data center tersebut

dikatakannya bukan persoalan BRTI, tapi

merupakan wewanang dari Menkominfo

Tifatul Sembiring.


Published with Blogger-droid v2.0.2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CM9 Beta 7 For Galaxy Ace Gio Fit dan Mini

New Stock Firmware DXKT8 for Galaxy Gio Via Odin

Arti lyric badajidingadan (endang soekamti)