Pejabat Kepresidenan Perancis Download Musik Secara Ilegal
Salah seorang anggota staf di Lysee Palace,
kediaman serta kantor dari Presiden
Perancis yaitu Nicolas Sarkozy, terlacak
telah melanggar peraturan anti
pembajakan yang paling ketat di Eropa
yaitu peraturan ‘three strikes.’ Aturan
‘three strikes’ ini akan menindak para
pelaku download ilegal bila mereka tercatat
telah melakukan aktifitas download
sebanyak tiga kali (seperti aturan dalam
baseball dimana pemukul memukul bola
maksimal tiga kali, bila gagal maka poin
akan menjadi milik tim lawan). Jika mereka
telah melanggar sebanyak tiga kali, maka
mereka akan dikenakan denda sebesar
1.500 euro dan tidak akan mendapatkan
akses koneksi internet selama satu bulan.
Aturan ini sukses dipaksakan oleh Presiden
Sarkozy pada parlemen tahun lalu dan
dianggap sebagai peraturan anti-
pembajakan yang paling ketat di benua
Eropa.
Torrentfreak mencatat bahwa 60 persen
pengguna internet di Perancis telah
mencapai batas pelanggaran ke tiga pada
bulan Oktober tahun ini. Padahal,
pelanggaran dari kediaman Sarkozy sendiri
tercatat telah mencapai enam kali, dua kali
lipat dari batas jumlah pelanggaran.
Sebagai catatan tambahan,
YouHaveDownloaded mencatat beberapa
aktifitas download di rumah kepresidenan
tersebut antara lain: mendownload sebuah
cam copy dari Tower Heist, sebuah telesync
copy dari Arthur Christmas, serta album
The Beach Boys dengan kualitas lossless
rip.
Pemerintah Irlandia sebelumnya juga ikut
menjalankan peraturan yang mirip dengan
Perancis ini, tapi pada hari Senin mereka
tampaknya ingin menggantikannya dengan
sistem yang mirip dengan Inggris dimana
perintah pengadilan akan dilaksanakan
dengan berfokus lebih pada pemblokiran
pada akses ke situs-situs penyedia layanan
torrent.
Sebelumnya, beberapa pegawai di
Department for Homeland Security Amerika
Serikat, RIAA, Sony, Universal dan Fox
ternyata juga ikut mendownload konten-
konten dengan hak cipta secara ilegal di
situs-situs torrent. Ironis sekali bukan?
Komentar
Posting Komentar